Rabu, Oktober 21, 2009

SBY Berjanji Sejahterakan Rakyat dan Berantas Korupsi



KRC, Jakarta
menyampaikan pidato sete¬lah pelantikannya kemarin di ruang si¬dang paripurna MPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menga¬wali dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada pendampingnya dalam periode sebelum¬nya, Jusuf Kalla (JK), dan para menteri yang telah memban¬tu. SBY mengata¬kan, JK telah memberi bangsa dan negara pengabdian yang mem¬banggakan. ''Pe¬ngabdiannya akan ter¬catat abadi dalam sejarah perjalanan bangsa,'' katanya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, me¬nurut SBY, adalah prestasi yang mem¬banggakan. Menurut dia, peran In¬donesia di dunia internasional semakin kuat. Indonesia sendiri disebut remarkable Indonesia karena kemampuannya ber¬tahan dalam krisis global. ''Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi no¬mor tiga di dunia,'' katanya.

Meski demikian, SBY berharap agar In¬donesia mewaspadai resesi yang masih ber¬langsung di dunia luar. Sebab, perda¬gangan dan investasi belum sepenuhnya pulih seperti sedia kala.

Sementara harga minyak dan komiditas yang lain masih fluktua¬tif dan bisa mengancam stabilitas ekonomi Indonesia. ''Karena itu, meskipun tanda-tanda pemulihan ekonomi mulai tampak, kita tetap harus memperkuat ekonomi sambil meminimalisir akibat dan krisis dunia,'' katanya.

SBY mengingatkan, kemampuan Indonesia bertahan dari resesi global adalah prestasi tersendiri. Namun, biasanya, kata SBY, prestasi selalu diikuti tantangan baru. Tapi, SBY percaya bahwa se¬mua tantangan itu, meski belum tahu akan seperti apa, bisa diatasi dan ditangani bersama-sama.

Stabilitas politik juga menjadi modal penting Indonesia. Tahun ini, kata SBY, rakyat telah menentukan pilihannya dalam pemilu yang berlangsung damai dan demokratis. ''Ini adalah yang ketiga kita mampu menggelar pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,'' katanya.

Soal menang atau kalah, kata SBY, adalah hal biasa. Dalam de¬mokrasi, semua orang adalah pemenang. ''Kalau demokrasi menang, rakyat menang dan Indonesia menang,'' katanya.

Secara khusus, SBY menyampaikan rasa hormatnya kepada pa¬ra rival dalam pilpres. ''Saya ingin menyampaikan rasa hormat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, Bapak Prabowo Subianto, Bapak Jusuf Kalla, dan Bapak Wiranto atas partisipasi aktif dan kegigihan beliau dalam pemilu,'' kata SBY.

SBY mengajak semua kompo¬nen bangsa untuk bersatu kembali membangun bangsa. ''Dengan semangat baru dan kebersamaan, mari kita menghadapi lima tahun ke depan dengan optimisme dan percaya diri,'' tuturnya.

Dalam mengemban mandat rakyat untuk lima tahun ke depan, SBY sudah mempersiapkan program untuk seratus hari pertama, satu tahun, dan lima tahun. Esensi dari program lima tahun itu, kata dia, adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat demokrasi, dan keadilan.

SBY juga menyatakan komitmennya terhadap sistem demokrasi. Menurut dia, Indonesia sedang membangun demokrasi yang beradab. Yakni, demokrasi yang mem¬berikan ruang kebebasan hak politik untuk rakyat tanpa mengesampingkan stabilitas.

SBY juga berjanji akan terus menyejahterakan rakyat dan memberantas korupsi. ''Ke depan dengan semangat Indonesia kita bisa menjaga ekonomi Indonsia de¬ngan good governance, pemberan¬tasan korupsi, dan pengurangan kemiskinan untuk meningkatkan kesejahteraan,'' katanya.

Mengenai hubungan dengan du¬nia internasional, Indonesia akan tetap mengusung asas bebas dan aktif. Tidak menjadi musuh dari negara mana pun atau menjadikan negara lain sebagai musuh.(cc)

Minggu, Oktober 18, 2009

Gerbong Mutasi Besar-Besaran Digulirkan Mabes Polri Susno Duaji Tetap Bertengger



KRC ,JAKARTA –
Mutasi besar –besaran di jajaran Mabes Polri kembali digulirkan Sejumlah Kapolda maupun pejabat strategis Mabes Pol¬ri berganti posisi. Tetapi, dalam mu¬tasi kali ini, Kabareskrim Kom¬jen Pol Susno Duadji tetap berta¬han alias tak bergeser.

''Mutasi ini rutin dalam rangka penyegaran personel,'' ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak dalam keterangannya kemarin (18/10).

Mutasi tersebut didasarkan telegram rahasia (TR) Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri bernomor TR/547/X/2009, TR / 557/X/2009, dan TR/ 567/X/2009 tertanggal 17 Oktober 2009. Mutasi atau penggantian itu dilakukan atas beberapa Kapolda serta pejabat di jajaran Mabes Polri maupun polda.

Kapolda Jawa Timur Irjen Anton Bachrul Alam dimutasi menjadi staf ahli Kapolri bidang sosial ekonomi. Penggantinya Brigjen Pratiknyo yang se¬belumnya menjabat wakil kepala Badan Intel¬kam Mabes Polri. Kapolda Lampung Brigjen Pol Ferial Manaf menempati pos baru wakil kepala Ba¬dan Intelkam Polri. Posisinya akan digantikan oleh Direktur Ekonomi Khusus (Direksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Edmon Ilyas.

Perpindahan posisi Edmon cukup menarik karena saat ini sebetulnya dia memimpin penyidikan kasus Bank Century. Jabatan yang ditinggalkan Edmon diisi Wakil Direktur Tipikor Bareskrim Kombes Raja Erizman. ''Sekali lagi, tidak ada yang istimewa dari mutasi ini. Itu rutin saja,'' tegas Sulistyo.

Kapolda Papua Irjen Bagus Ekodanto dimutasi menjadi Pati Mabes Polri dalam rangka memasuki pensiun. Bagus digantikan Kapolda Sulut Brigjen Bekto Suprapto. Bekto, yang juga mantan Kadensus 88 Mabes Polri, diperkirakan membuat Papua lebih kondusif. Sebab, Bekto dikenal punya pendekatan yang tegas dan tanpa pandang bulu.

Selanjutnya, Kapolda Sumsel Irjen Sisno Adiwinoto dimutasi menjadi staf ahli Kapolri. Penggan¬tinya Irjen Hasyim Irianto. Posisi Kapolda Sulut yang ditinggalkan Bekto akan diisi Brigjen Pol Her¬tian A.Y., yang sebelumnya menjabat direktur D Badan Intelkam Polri. Posisi Wakapolda Sulut ju¬ga diisi muka baru, yakni Kombespol Carlo Brix Te¬wu yang sebelumnya menjadi direktur I Kamtra¬nas Bareskrim Mabes Polri.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya juga berganti. Pejabat lamanya, Kombes M. Iriawan, dipromosikan menjadi wakil direktur Keamanan Trans Nasional Bareskrim Mabes Polri. Iriawan adalah ''komandan'' penyidikan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, yang melibatkan Antasari Azhar. Promosinya ke Mabes Polri menjadi hadiah karena dia dianggap berhasil.

Ketika dihubungi Jawa Pos tadi malam, Iriawan mengaku belum tahu soal promosinya. ''Saya belum terima salinan SK-nya. Pokoknya, di mana pun saya siap,'' katanya. Selanjutnya, Direskrimum Polda Metro akan dijabat Kombes Idham Azis, yang saat ini menjabat Kapolres Jakarta Barat.

Jabatan Kabid Humas Polda Metro Jaya juga berganti. Kombes Chrysnanda Dwi Laksana diangkat menjadi direktur Lalu Lintas Polda Riau. Kombes Boy Rafli, yang sebelumnya Kapoltabes Padang, menjadi penggantinya.

Chrysnandha menyatakan siap bertugas di tempat baru. ''Terima kasih atas kerja samanya selama ini,'' katanya saat dihubungi wartawan tadi malam.

Pengamat kepolisian Neta Sanusi Pane menilai mutasi Polri kali ini tak terlalu istimewa. ''Beberapa malah ada yang janggal,'' kata direktur Indonesian Police Watch (IPW) itu.

Dia mencontohkan Kapolda Jatim yang sebetulnya dinilai berprestasi baik malah dimutasi menjadi staf ahli. ''Untuk jabatan staf ahli itu, memang ada dua kemungkinan. Akan promosi lagi atau justru jadi pati (perwira tinggi) terus,'' tuturnya.

Begitu pula promosi Edmon Ilyas sebagai Kapolda Lampung dinilai janggal. ''Seharusnya tuntaskan dulu kasus-kasus Century, baru bisa bergeser. Ini tentu jadi pertanyaan publik,'' kata penulis buku Reformasi Kepolisian itu.

Sebaliknya, Susno Duadji yang kini disorot jus¬tru tidak termasuk pejabat yang dimutasi. Pa¬dahal, KPK melaporkan bahwa Susno menemui Anggoro Widjojo di Singapura. Anggoro adalah Dirut PT Masaro Radiokom yang menjadi buron setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan korupsi proyek SKRT (sistem komunikasi radio terpadu). (don)

Rabu, Oktober 14, 2009

Teka-Teki Kabinet SBY Partai Rioval tak Ajukan Menteri


KRC, Jakarta
Teka-teki apakah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) telah mengajukan daftar calon menteri terkuak sudah. Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, partai rival utamanya pada Pemilu Presiden 2009, hingga Rabu (14/10) malam ini tidak mengajukan daftar calon menteri.

"Saya menghargai sikap pimpinan PDI-P untuk tidak berkoalisi. Ini pilihan politik," ujar SBY dalam jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor. Sebelumnya, beredar kabar bahwa beberapa kader terbaik PDI-P, seperti Sekjen PDI-P Pramono Anung dan Ketua DPP Puan Maharani, dicalonkan menjadi calon menteri.

Terkait pencalonan Ketua Deperpu PDI-P Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR yang didukung oleh Partai Demokrat, SBY menegaskan, "Memang ada kesepakatan antara PDI-P dan Partai Demokrat untuk menjalin kerja sama di MPR. Tapi sampai di situ saja, tidak di DPR dan Parlemen."

Selain PDI-P, lanjut SBY, partai lainnya yang memutuskan tidak bergabung adalah Partai Hanura dan Gerindra. Sementara itu, pasca-Munas Partai Golkar, Ketua Umum terpilih Aburizal "Ical" Bakrie, kata SBY, telah menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Partai Demokrat di pemerintahan.

"Tetapi tentu ada aturan yang saya bangun sendiri agar ada keadilan," imbuh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Dengan demikian, lanjut SBY, ada enam partai politik besar yang bergabung dengan Partai Demokrat, yaitu, PKB, PPP, PKS, PAN, Partai Demokrat, dan Golkar.(don)

Sby Siapkan Kabinet Baru dan Beri Apresiasi Yang Lengser



KRC, Cikeas
Sebuah acara perpisahan anggota Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009 dijadwalkan digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana pada Jumat (16/10) besok. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap para menteri yang telah membantu presiden menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun "Saya akan undang para menteri yang saat ini bertugas maupun yang pernah bertugas," ujar SBY di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor, Rabu (14/10) malam.

SBY, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, mengatakan, sebagian anggota KIB I akan kembali bertugas sebagai menteri di periode pemerintahan 2009-2014. Namun, mantan Menko Polkam pada era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut enggan merinci menteri-menteri tersebut.

Berdasarkan kabar yang beredar di lapangan, sejumlah menteri yang diperkirakan bertugas kembali adalah Sri Mulyani Indrawati, Hatta Rajasa, Purnomo Yusgiantoro, Mari Elka Pangestu, dan lainnya.

Sementara itu, terkait biaya pemeriksaan kesehatan seluruh calon menteri di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Presiden menegaskan, hal ini dianggarkan dari lembaga kepresidenan. Tes kesehatan ini akan berlangsung pada tanggal 18-19 Oktober mendatang. Tidak hanya fisik, para calon menteri ini pun akan menjalani pemeriksaan jiwa. Menurut SBY, standar pemeriksaan ini sama dengan pemeriksaan kesehatan para calon presiden-calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2009(don)

Dibongkar kiriman 981 Butir Ekstasi di Mall

KRC MALANG–
Direktorat Narkoba Polda Jatim, Selasa malam lalu berhasil menggagalkan pengiriman narkoba jenis ekstasi di Plaza Araya, Malang . Sedikitnya 981 butir ekstasi disita polisi dari tersangka, sebelum berhasil diedarkan untuk konsumen di kawasan Malang Raya.
AKBP Firmansyah Kasat 1 Dirkoba Polda Jatim, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, selain barang bukti polisi juga mengamankan Sulistiyo, 42 tahun warga Jalan Kauman, Kecamatan Karang Ploso, yang dicurigai sebagai kurir penjualan ekstasi.
‘’Tersangka dan barang bukti kini kami amankan di Polda Jatim. Karena jumlahnya cukup banyak, kami akan terus lakukan pengembangan. Kemungkinan Sulistiyo adalah anggota jaringan penjualan narkoba di Jatim,’’ papar Firmansyah Rabu siang kemarin.
Dia menambahkan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada barang mencurigakan dikirim ke Malang melalui seorang kurir. Dari situ, polisi langsung mencari keberadaan Sulistiyo yang Selasa sore lalu tengah berada di Plaza Araya. Saat itu, tersangka tengah mengambil ekstasi pesanan salah satu purel rumah hiburan di Mojokerto. Begitu ditangkap, petugas sempat ragu juga. Pasalnya, dari tangan tersangka hanya ditemukan dua bungkus kacang camilan.
‘’Tetapi, setelah kami periksa secara teliti ternyata dalam dua bungkus kacang itu terdapat 981 pil ekstasi warna pink berlogo hati. Satu bungkus kacang dioplos dengan 500 butir, dan satu bungkus lainnya dioplos 481 butir,’’ papar Firmansyah.
Dari informasi awal, lanjutnya, Sulistiyo ternyata adalah kurir freelance yang hanya bekerja jika ada pesanan saja. Setiap kali ada pesanan, tersangka mendaat keuntungan Rp 500 ribu. ‘’Kalau ada tamu yang memesan, tersangka mencarikan barang, tapi dia mengaku tidak tahu bila yang diambil adalah ekstasi,’’ ujarnya.
Tentang barang bukti berupa 981 butir ekstasi, Sulistyo mengaku mendapat order via SMS dari seseorang yang diketahui bernama MA. Dari hasil penyelidikan, diketahui MA, adalah narapidana yang sedang mendekam di LP Pamekasan Madura. Diperkirakan, barang bukti tersebut ada kaitannya dengan jaringan narkoba Jakarta dan Palembang. (dd)

Senin, September 07, 2009

Pengungsi Korban Gempa Kurang Dapat Perhatian


.
KRC, CIANJUR, -
Pengungsi akibat gempa bumi di Kecamatan Sindang Barang, Cianjur tepatnya di Alun-alun Desa Saganten, kurang mendapatkan perhatian. Pasalnya hingga saat ini ratusan pengungsi terpaksa tidur di bawah tenda darurat yang dibangun di tengah-tengah sawah yang dinilai aman.

Sebagian besar pengungsi membangun tenda darurat dari terpal yang biasa mereka pakai untuk menjemur padi ketika panen tiba. Masing-masing tenda diisi satu keluarga. "Miris sekali ketika kita membangun 10 tenda di Saganten, ternyata masih banyak pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darurat," kata Sekretaris PMI Cianjur, Heri, Senin (7/9).

Bahkan hingga saat ini, baru bantuan dari PMI Cianjur yang masuk ke lokasi tersebut karena fokus bantuan masih ke Kecamatan Cibinong, Desa Pamoyanan, dan Cikangkareng.

Tercatat 453 Kepala Keluarga terdiri atas 1629 jiwa, mengungsi ke Saganten karena rumah mereka rusak berat dan roboh diguncang gempa.

Selain mengirim tambahan tenda sebanyak 40 buah jenis doum, PMI Cianjur juga meyalurkan bantuan dari berbagai pihak yang masuk ke PMI Cianjur. Seperti, makanan bayi, biskuit bayi, , mie instan dan selimut, 1 tanki air bersih yang berisi 1000 liter.

"Pengungsi saat ini sangat membutuhkan pengobatan karena sudah banyak yang sakit baik saluran pernapasan atau demam," terang Heri.

Sementara itu, seorang pengungsi asal Desa Kertasari, Gunawan(38) membenarkan hal tersebut, karena saat ini masih banyak pengungsi asal desanya yang terpaksa tidur di tengah sawah.

Bahkan puluhan pria hanya tidur beratapkan langit dan berselimut kain sarung karena minimnya tenda yang dibangun. "Jangankan bantuan makanan, sahur dan berbuka kami hanya makan mi rebus dan nasi bantuan dari PMI," katanya.

Banyak pengungsi saat ini, ungkapnya, yang menggalami sakit, baik orang tua dan balita karena angin malam dan tidur berdesak-desakan di dalam tenda darurat.(dn)

Minggu, April 26, 2009

Jusuf Kalla Rencana Temui Prabowo


KRC, JAKARTA -
Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla mengatakan, pertemuannya dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan tahap awal ke arah jalinan koalisi di antara kedua parpol.

“Pembicaraan ini tahap awal. Kami akan melanjutkan lagi dengan hubungan yang lebih baik. Kami akan membangun kebersamaan, termasuk bagaimana membangun koalisi yang baik,” kata Kalla dalam keterangan pers seusai selama 45 menit menerima Prabowo dan jajaran Partai Gerindra di Posko II Partai Golkar, Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Minggu (26/4).

Ditanya tentang arah koalisi Kalla sebagai capres dan Prabowo sebagai wakilnya, Kalla menyatakan hal tersebut belum menjadi agenda pembicaraan. Hal senada disampaikan juga oleh Prabowo. “Saya kira, dari saya demikian juga begitu,” katanya.

Menurut mantan Danjen Kopassus ini, Gerindra dan Golkar menemukan banyak persamaan untuk membangun koalisi. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat, keduanya akan berbicara lebih intensif untuk mencari persamaan yang spesifik. (jj)