Minggu, Februari 03, 2008

Banjir Membawah Berkah Mobil Bekas Banjir Banyak Diburuh


KRC, Jakarta

BANJIR telah menjadi pemandangan umum setiap kali hujan melanda kota-kota di Indonesia, khususnya Ibu Kota Negara, Jakarta. Tapi, meskipun sudah "biasa", tetap saja datangnya air bah itu tak dapat diprediksi. Artinya, banjir bisa datang kapan saja, dan kebanyakan korban banjir tak siap menghadapinya. Saat banjir datang, banyak harta benda yang terpaksa rusak terendam karena tak sempat diselamatkan. Salah satu yang paling mahal dan langsung rusak adalah mobil.
Genangan air pada mobil pasti meninggalkan kerusakan, tak hanya pada bagian interior, tapi pun -yang terpenting- pada mesin. Komponen mekanikal, maupun elektrikal dipastikan akan mengalami keausan lebih cepat. Sebab, ampas lumpur dan jamur yang tertinggal sangat sulit untuk dibersihkan. Sialnya, garansi pun kerap batal jika kerusakan disebabkan bencana.
Lantas, pemilik mobil 'eks banjir' umumnya memilih untuk merapikan mobil itu, lalu menjualnya. Nah, jika begini, yang paling dirugikan adalah pembeli mobil bekas. Mereka mungkin saja terjebak, sebab mengenali mobil eks banjir tak semudah mengenali mobil mulus. Apalagi penjual pun cenderung untuk tak jujur, dan diam tanpa mengungkapkan kondisi mobil yang sesungguhnya.
Namun sebenarnya ada beberapa langkah detail yang bisa dilakukan calon pembeli mobil bekas agar selamat dari 'bencana'. Berikut adalah tips yang harus Anda perhatikan jika ingin membeli mobil di musim banjir saat ini.
1. Periksa Kelembaban dan KotoranCarilah adanya bekas uap air yang biasanya mengembun di sekitar batok lampu baik di dalam kabin maupun di bagian luar mobil. Lalu, buka dan teliti bagian kompartemen, dan rak-rak di dalam mobil, biasanya akan ditemukan endapan pasir atau tanah yang ditinggalkan lumpur di sudut-sudut sempit. Jangan lupa periksa pula bagian bawah atap yang biasanya menyimpan kotoran dan karat. Terakhir, selipkan tangan Anda untuk meraba bagian bawah jok, dan rasakan jika ada kelembaban.
2. Gunakan Indera PenciumanApakah anda mencium bau tak sedap. Endapan air meresap ke dalam jok mobil dan sangat sulit untuk menghilangkan bau tak sedap yang tertinggal. Periksa sudut-sudut jok, angkat karpet dan semua bagian mobil yang sulit untuk kering. Di tempat itu jamur dan endapan biasanya tumbuh.
3. Jeli Lihat Komponen Interior yang GanjilAnda wajib untuk memberikan perhatian ekstra dengan mengamati setiap detail komponen yang ada di dalam kabin. Carilah komponen yang ganjil dan tak selaras dengan keseluruhan bagian di dalam mobil.
Apakah karpet terlihat baru dan tak sesuai dengan usia mobil? Adakah yang hilang atau diganti? Apakah sarung jok terlihat janggal dan tak terangkai rapi dengan karpet. Patut dicurigai komponen-komponen yang tak rapi ataupun terlihat terlalu baru adalah komponen baru yang dipasang setelah mobil diangkat dari banjir.
4. Mintalah Riwayat Perawatan Mobil Mobil yang baik umumnya dilengkapi dengan riwayat perawatan, setidaknya riwayat perawatan berkala. Mungkin pula riwayat klaim asuransi. Atau bahkan pada beberapa orang, ada yang terbiasa menyimpan kuitansi pembayaran dan detail dari setiap perawatan selama mobil itu dipakai. Dari sana bisa diperoleh gambaran kondisi mobil.
5. Tes Drive dan Periksa Fungsi ElektrikalPoin ini merupakan langkah umum yang selalu dilakukan jika akan membeli mobil. Nyalakan mobil dan cobalah untuk mengendarainya. Bersamaan dengan itu, gunakan semua fungsi elektrikal yang ada, seperti lampu utama, lampu sein, lampu kabin, cetral lock, power window, radio tape, lampu dasboard, wiper dan lain-lainnya. Lakukan secara berulang untuk memastikan semua berfungsi dengan normal.
6. Pakailah Jasa MekanikUntuk memastikan kondisi mobil, terutama bagian mesin, sangat dianjurkan untuk membawa mekanik langganan kita untuk memeriksanya. Mekanik yang berpengalaman dapat megenali endapan kotoran di sela-sela mesin dan tempat yang tak terjangkau oleh mata awam. Yang pasti mekanik tahu benar apa yang harus mereka periksa.
Hal ini penting pula jika mobil masih dalam masa garansi. Sebab, garansi akan gugur jika mobil terbukti pernah terendam banjir, meskipun kerusakan tak dapat disebutkan dengan rinci.
7. Jangan Ambil RisikoNah, jika Anda mencurigai bahwa mobil tersebut sepertinya pernah terkena banjir, segera tinggalkan. Jangan ambil risiko, meskipun sesungguhnya Anda tak yakin dengan apa yang Anda rasakan. Ingat, penghematan uang dengan harga mobil yang murah akan segera berakhir dan menjadi mahal saat Anda terpaksa memperbaiki mobil dikemudian hari. Jangan ambil risiko itu. Carilah mobil yang benar-benar Anda yakini. Selamat berburu (don)

Tol menuju Bandara Soekarno Hatta Tergenang Air Rute Dialihkan


KRC, Jakarta

Sejak jalan tol menuju Bandara Soekarno Hatta ditutup karena tergenang banjir dan rute kendaraan dialihkan melalui kota Tangerang, kepadatan kendaraan yang melintas di wilayah tersebut menuju bandara itu melalui pintu barat (MI) bertambah tiga kali lipat per hari. Jumlah kendaraan yang membludak ini membuat kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di sejumlah jalan di Tangerang. ”Kendaraan yang masuk bertambah tiga kali lipat atau sekitar 15 ribu kendaraan per hari, dari 5000 kendaraan dihari normal,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bandara Soekarno Hatta Komisaris Sutimin kepada KRC Minggu (3/2).Jumlah kendaraan sebanyak itu, dia menambahkan, membuat kemacetan lalu lintas terjadi di Tangerang sehingga berdampak pada jadwal penerbangan. ”Calon penumpang, awak pesawat banyak yang terjebak kemacetan, mau tidak mau jam keberangkatan pesawatpun ditunda,” katanya.Pihak bandara, kata Sutimin, telah menyiapkan rute masuk dan keluar kendaraan, baik yang akan masuk ke bandara maupun keluar dari bandara. Jalur alternatif tersebut telah disiapkan dan bagi pengguna jalan tinggal membaca petunjuk arah yang telah dipasang disejumlah titik. Menurut Sutimin, kendaraan dari Jakarta bisa menggunakan jalur tol Jakarta-Merak, keluar tol Kebon Nanas, Jalan Sudirman, Jalan Suryadarma masuk pintu MI. Jalur alternatif untuk menghgindari kemacetan di Jalan Sudirman menuju Bandara, para pengguna jalan bisa menggunakan rute keluar dari Kebon Nanas, Jalan Kisamaun, Jalan TMP Taruna-Jalan Daan Mogot-Jalan Sitanala dan Jalan Suryadarma.Sementara untuk jalur keluar dari Bandara, kendaraan bisa menggunakan pintu MI keluar hingga Tangerang. Atau jalur kendaraan melalui Jalan PI bandara, Jalan Raya Francis, Rawa Bokor, Jalan Daan Mogot hingga Grogol Jakarta Barat.(don)

Kamis, Januari 31, 2008

Banjir Lumpuhkan Sebagian Perekonomian Pasuruan


KRC, Pasuruan

- Sebagian aktivitas perekonomian dan pemerintahan di Kabupaten dan Kota Pasuruan lumpuh. Hampir seluruh pasar, bank dan kantor pemerintahan terendam banjir yang hingga Kamis (31/1) pagi belum surut.
Menurut data yang diperoleh wartawan , sejumlah bank swasta dan pemerintah memutuskan berhenti operasi, di antaranya Bank Bukopin di Jalan Pahlawan, Bank BCA di Jalan Soekarno Hatta dan Bank BNI di Jalan Balaikota. Bank-bank itu rata-rata terendam satu meter.
Sementara itu, seluruh lantai I Kantor Pemerintah Kabupaten Pasuruan tenggelam. Pagar kantor yang berimpitan dengan bibir Sungai Gembong jebol diterjang arus sungai yang begitu deras. Kalau pun tidak jebol, kantor di Jalan Hayam Wuruk itu tetap tenggelam karena jaraknya terlalu dekat dengan sungai itu.
Sejumlah sekolah yang sebenarnya tidak sedang libur terpaksa meliburkan diri, karena terendam air sejak semalam. Sekolah ini berdampingan dengan Kantor Pemkab Pasuruan. Kantor Pemerintah Kota Pasuruan di Jalan Pahlawan pagi ini bernasib sama, tidak beroperasi, karena seluruh lantai pertamanya terendam.
Dilaporkan juga nyaris seluruh wilayah ini tidak dialiri listrik sejak semalam. Sedangkan suasana kota menjadi begitu mengerikan karena air mengalir sangat deras di jalan-jalan. Dari berbagai sudut kota terdengar kabar orang hanyut. Tetapi hingga sekarang belum ada satu pun yang ditemukan.(Sr)

Rabu, Januari 30, 2008

Artis Cantik Ida Iasha Main Lagi '


KRC, JAKARTA -
Aktris cantik Ida Iasha kembali pamer kemampuan akting. Sempat menjadi cameo di film Kuntilanak 2 (2007) perempuan yang masih terlihat ayu di usianya yang ke-44 itu sekarang menjadi salah seorang pemain inti Kuntilanak 3. Dalam film produksi MVP Pictures yang akan dirilis Maret mendatang tersebut, Ida berperan sebagai Mega, ibu karakter utama yang diperankan Julie Estelle. "Saya kangen main film. Saya penasaran karena perkembangan film di Indonesia banyak berubah sama zaman saya dulu," ujar wanita Indo Belanda yang bernama lengkap Ida Albertina V. Suchtelen van de Haere itu ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, kemarin (29/1).Keinginan Ida untuk comeback tersebut mendapat restu dari sang suami, Edi Syahputra, dan empat buah hatinya, Randy, 24; Baskara, 17; Remi, 13; dan Badra, 10. "Asal tidak lagi menjadi aktris total seperti dulu. Mereka (keluarga, Red) tahu apa yang saya lakukan ini tidak permanen," tutur bintang film Kanan Kiri OK itu. Dibandingkan zamannya berakting dulu pada era 1980-an, kata Ida, saat ini kamera yang dipakai jauh lebih canggih. "Dulu, begitu sutradara katakan ’action!’ langsung terdengar suara kamera ’kerrr...kerrrr’. Tapi, sekarang beda. Suasana langsung sunyi. Tidak ada lagi bunyi kamera," kenangnya.Selain itu, tidak ada lagi bantuan dubber atau pengisi suara. Ida mengakui, suara pada film-filmnya zaman dulu bukanlah asli suaranya. "Dulu, suara saya di-dubbing sama suara Dewi Yull atau Maria Oentoe," terangnya.Menurut Ida, menggunakan jasa dubber itu sebetulnya ada untungnya. Dirinya bisa fokus akting tanpa harus memecah konsentrasi untuk mengucapkan dialog. Terlebih, dia memiliki kendala dalam hal pelafalan.Kendala lafal tersebut masih dirasakannya sampai saat ini. Memerankan sosok Ibu Mega, Ida harus berjuang keras menghilangkan logat baratnya itu. "Saya sempat agak terganggu soal bahasa. Beda sama dulu, hanya fokus dengan akting saja," terangnya.Meski begitu, Ida mengaku sangat menikmati akting comeback-nya itu. Dia merasa cocok bekerja sama dengan sang sutradara Rizal Mantovani. "Enak kerja bareng dia. Anak muda seperti dia bisa menerima dan memberi masukan," ujarnya. Kalau pilihan Ida untuk main film lagi jatuh pada genre horor tersebut bukan sebuah kebetulan. Ida ingin membuktikan bahwa tak semua film horor Indonesia diproduksi dengan kualitas yang kurang bagus. Selama ini, cerita Ida, putra bungsunya sangat takut nonton film horor. Selama syuting Kuntilanak 3 Ida pun mengajak putranya itu ke lokasi syuting. "Itu buat pengobatan psikis dia. Supaya nggak terlalu takut nonton film horor. Dan syukurlah berhasil," cerita perempuan yang sementara ini tidak berminat untuk menerima tawaran layar lebar lagi. Tak lagi berkecimpung di dunia hiburan, dandanan perempuan yang pernah menjadi ikon sabun kecantikan itu bisa dibilang sederhana. Dalam kesempatan kemarin, Ida hanya memakai kemeja putih dipadu celana warna yang sama. Riasan make-up tipis terpoles di wajahnya. Meski demikian, Ida masih sangat memperhatikan penampilannya agar terlihat apik di hadapan publik. "Eh, fotonya jangan terlalu bawah. Kalau bisa, di atas perut saja. Takut kelihatan gendut," ucapnya kepada para fotografer yang mengambil gambarnya. Ida juga merasa tidak perlu memiliki ponsel. Ketika ditanya nomor ponsel, dia memberikan nomor rumah. Namun, tiba-tiba dari tas-nya terdengar dering ponsel menggema. Nada deringnya khas remaja dari salah satu band rock luar negeri. "Aduh maaf, ini punya anak saya yang paling kecil. Disuruh bawa supaya bisa dihubungi. Lagunya nggak cocok ya untuk saya?" katanya buru-buru mengangkat telepon. (yy)

Senin, Januari 28, 2008

Presiden Sby Inspektur Upacara Kapolri dan Pangab ikut Masukan Jenasah Soeharto Keliang Lahat






KRC, Karang Anyar


Jenazah mantan Presiden Soeharto sekira pukul 12.10 wib dimakamkan di komplek pemakaman Astana Giribangun, Karang Anyar, Jawa Tengah, Senin (28/1).
Prosesi pemakaman ini diawali dengan upacara militer yang dipimpin inspektur upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di bawah naungan bentangan bendera Merah Putih, peti jenazah perlahan-lahan diturunkan ke liang lahat. Panglima Abri Jenderal Joko Santoso dan Kapolri Jenderal Sutanto ikut menurunkan jenasah mantan Presiden Soeharto ke liang lahat.
Setelah itu, seluruh anggota keluarga mendapat kesempatan untuk melakukan tabur bunga, diawali oleh putri sulung Siti Hardiyanti Rukmana dan diikuti anak-anak serta kerabat Soeharto lainnya.(don)

Minggu, Januari 27, 2008

Pandangan Sang Jenderal Smile


SOEHARTO adalah manusia biasa. Ia mempunyai hati dan pikiran yang sama dengan manusia lain. Ia bukan selevel atau sederajat dengan malaikat, karena memang Soeharto adalah manusia yang bukan berasal dari alam malaikat.
LAHIR dari anak seorang petani, Soeharto berhasil melakukan lompatan quantum hingga akhirnya diperaya penduduk negeri ini sebagai seorang kepala negarayang memiliki wibawa, kharisma, kekuasaan dan harga diri.
Keberhasilan Soeharto mengangkat derajatnya dari wong ndeso menjadi manusia 'terhebat' -- karena kekuasaannya-- tak lepas dari pandangan hidup dan spiritnya untuk terus meraih kesuksesan. "Pandangan hidup saya berdasarkan percaya kepada Tuhan, percaya kepada kekuasaan-NYA. Dengan begitu, maka dengan sendirinya saya percaya bahwa apapun yang dikehendaki Tuhan, pasti bisa terjadi," kata Soeharto suatu hari.
Secara eksplisit apa yang diungapkan Soeharto itu, merupakan bahwa ia mempercayakan sepenuhnya semua kehidupan yang ia jalani ini kepada Tuhan. Soeharto juga percaya dengan takdir yang di dalamnya menyangkut kebahagiaan dan kematian. Semua manusia mempunyai garis yang sama. Dan garis kesuksesan itu tak bisa ia tarik kembali (diulang), karena terbentur usia dan fisik.
"Saya percaya kepada takdir manusia yang telah digariskan oleh Tuhan. Janganlah menyesal, jangan susah. Kita tinggal pasrah saja. Tidak perlu kita kaget (terhadap) sesuatu yang seolah-olah merupakan keistimewaan pada seseorang. Tidaklah menyebabkan kita heran. Tidaklah perlu kita terbelalak dibuatnya sampaimengucapkan wah hebat sekali," tutur Soeharto.
Jauh-jauh hari sebelum kekuasaan yang ia pegangnya terhempas ke tanah, Soeharto sudah mengetahuinya karena kehidupan ini tidak selamanya berada di puncak."Kalau kita mempunyai kedudukan, kekayaan, mempunyai sesuatu yang lebih, jangan lupa bahwa sewaktu-waktu hal itu bisa berubah kalau Tuhan menghendakinya. Sebabitu aja dumeh (jangan mentang-mentang) memiliki kedudukan tinggi terus bertindak sewenang-wenang."
Meskipun Soeharto kerap mengajarkan nilai-nilai kesabaran, adakalanya juga pria itu tak berhasil menahan emosinya, manakala berbagai macam fitnah menghampirinya. Oktober 1974, Soeharto tiba-tiba memanggil G Dwipayana. Kepada Dipo --panggilan akrabnya-- Soeharto meminta agar lelaki itu membuat tulisan untuk membantah sebuah majalah yang telah menurunkan tulisan mengenai asal-usul Soeharto.
Bantahan Soeharto itu harus dimuat di semua surat kabar terbitan Jakarta dan majalah. Tak hanya itu. Selang sehari setelah itu, Soeharto mengumpulkansemua wartawan di Bina Graha. Di kamar kerjanya, secara pribadi Soeharto memberikan keterangan pers kepada wartawan lokal maupun asing. "Saya mestimenjelaskan silsilah saya karena ada yang menulis buka-bukaan di sebuah majalah," cetus Soeharto ketika itu.
Pada saat itu Soeharto tampaknya marah besar. Bahkan, sebelum memberikan keterangan pers secara pribadi, Soeharto juga menghadirkan beberapa orang saksi yang masih hidup dan tahu betul seluk-beluk atau jati dirinya.
"Saya adalah keturunan Bapak Kertosudiro alias Kertorejo, ulu-ulu yang secara pribadi tidak memiliki sawah sejengkalpun. Saya berterus terang, di dalam menghadapi kehidupan sewaktu kecil saya mengalami banyak penderitaan yang mungkin tidak dialami oleh orang-orang lain," ungkapnya.
Soeharto khawatir tulisan-tulisan yang tidak benar mengenai silsilah dirinya bisa ditafsirkan yang tidak-tidak oleh masyarakat. Akibatnya, Soeharto merasa dirugikan secara pribadi, keluarganya dan para leluhurnya serta kepada negara dan bangsa. Apalagi pada waktu itu posisi Soeharto adalah seorang Presiden RI yang masih aktif.
"Dalam bahasa Jawa ada pepatah sadumuk bathuk, sanyari bumi. Sekalipun hanya di-dumuk, tapi batuknya, berarti mengenai harga diri keluarga dan pribadinya, sehinggabisa menimbulkan hal- hal yang tak diinginkan," jelas Soeharto.
Menurut dia, gara-gara pemberitaan tersebut masyarakat menjadi bingung. "Sebenarnya presiden yang sekarang itu keturunan dari mana? Kalau itu sudah menimbulkan pembicaraan, timbul kemudian pro dan kontra," jelasnya sambil menambahkan, jika sudah begitu maka lahir kelompok subversi dengan gerpolnya dan dapat meningkatkan gangguan stabilitas nasional.
Soeharto juga menyingung isi tulisan di majalah terbitan Jakarta yang mengatakan bahwa ketika dirinya masih berusia enam tahun, ibunya menyerahkan kepada seorang temannya di Desa Kemusuk.
"Kalau tulisan itu benar, ini menggambarkan martabat seorang wanita yang tidak ada harganya. Mungkin bisa menimbulkan kesan lebih dari itu. Kenapa begitu mudahdiserahkan dengan begitu saja istri dan anak yang berumur enam tahun? Mungkin karena perkawinannya tidak sah. Jadi kalau tidak sah, berarti anak haram atauanak jadah? Apakah ini tidak akan merugikan nama bangsa dan negara?" tanya Soeharto.
Gara-gara pemberitaan itu, Soeharto mengaku bahwa ia terpaksa membuka rahasia pribadinya demi untuk pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Soeharto sendiri merasa tidak menyesal menceritakan asal-usulnya kepada publik melalui pers.
"Semuanya itu saya terima sebagai keadaan yang menimpa diri saya, mulai lahir sampai sekarang sebagai bekal hidup saya hingga kini," tuturnya. (AS)

Pandangan Sang Jenderal mantan Presiden Soeharto 1


SELAMA terbaring di rumah sakit pada usianya yang 86 tahun, banyak spekulasi tentang kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto. Sejumlah paranormal berkomentar dari soal jimat, susuk, dan yang bau-bau seperti itu.
Kini, tokoh fenomenal yang terlahir dari keluarga petani di Desa Kemusuk, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, yang mencapi puncak kekuasaan sebagai Presiden Republik Indonesia selama 35 tahun itu wafat. Lalu apa dan bagaimana pandangan hidup Soeharto?
ADALAH Ny Sukirah. Tepat 8 Juni 1921, seorang bocah keluar dari rahimnya. Tangis Soeharto kecil pecah, manakala Mbah Kromodiryo --seorang dukun bayi-- membantu persalinan Ny Sukirah. Mbah Kromo masih terhitung kerabat dekat dengan Soeharto. Pria itu adalah adik kandung kakeknya Soeharto.
Proses kelahiran Soeharto berjalan lancar. Bocah itu lahir di rumah ibunya di Desa Kemusuk, sebuah dusun terpencil di daerah Argomulyo, Godean --sebelah BaratYogjakarta. "Ayah saya adalah ulu-ulu, petugas desa pengatur air yang bertani di atas tanah lungguh, tanah jabatan selama beliau memiliki tugasnya. Beliau yang memberi nama Soeharto kepada saya," kenangnya.
Soeharto adalah anak ketiga Kertosudiro. Dari istri yang pertama, Kertosudiro mempunyai dua anak. Sebagai duda, Kertosudiro bertemu dengan Sukirah. "Tetapihubungan orang tua saya kurang serasi hingga akhirnya setelah saya dilahirkan, mereka bercerai," tutur Soeharto.
Beberapa tahun kemudian Ny Sukirah menikah lagi dengan Atmopawiro. Dari pernikahannya itu ia dikaruniai tujuh orang anak. "Sementara ayah saya menikah lagi dan mendapatkan empat anak," ujarnya.
Soeharto kecil belum genap berusia 40 hari. Sukirah mengendong bayinya ke rumah Mbah Kromodiryo, dengan alasan dirinya sedang sakit dan tak bisa memberikanair susu ibu. Di rumah itulah Soeharto ditimang-timang Mbah Amat Idris. "Mbah Kromo yang mengajar saya berdiri dan berjalan dan seringkali beliau membawasaya kemana-mana kalau beliau pergi bertugas keluar rumah. Kalau Mbah Kromo putri menjalankan prakteknya sebagai dukun bayi dan saya tidak dibawanya," kenangSoeharto.
Wajar saja kalau Desa Kemusuk merupakan desa yang tak bisa dilupakan Soeharto. Di tanah Kemusuk itu pula, Soeharto masih teringat betapa nikmatnya diajak jalan-jalan oleh Mbah Kromo ke sawah. Sesekali Soeharto berada di pungung Mbah Kromo yang sedang menyangkul sawah. Kadang-kadang Soeharto duduk di atas garu dan memberi isyarat kepada kerbau untuk maju, membelok ke kanan dan ke kiri.
"Lalu turun ke sawah bermain air bermandikan lumpur. Maka kalau terasa capek atau kepanasan, saya disuruhnya menunggu di pinggir, di pematang atau di jalan. Pada kesempatan ikut dengan Mbah Kromo, saya suka mencari belut yang jadi kesukaan saya waktu makan," kenangnya.
Saat Soeharto kecil berusia empat tahun, ia diambil kembali oleh ibu kandungnya dandiajak menetap di rumah Atmoprawiro, ayah tirinya.
***
KEPRIHATINAN hidup yang dialami Soeharto di masa kanak-kanak, termasuk masalah pendidikan keluarganya --menjunjung tinggi warisan nenek moyang, pendidikan kebangsaan sewaktu di sekolah lanjutan rendah, pendidikan agama sewaktu mengaji-- telah mempengaruhi watak Soeharto.
Selain itu, Soeharto mengaku diajari latihan spiritual oleh ayah angkatnya. Misalnya, puasa Senin dan Kamis. "Tidur di tritisan (di bawah ujung atap di luar rumah). Semua anjurannya saya kerjakan dengan tekun dan penuh keyakinan. Ada anjuran yang belum saya kerjakan, yaitu tidur di pawuhan, di tempat bekas bakaran sampah," kenang Soeharto dalam otobiografinya.
Pada masa itu, Soeharto mengaku ditempa untuk mengenal dan menyerap budi pekerti dan filsafat hidup. "Pada masa itulah saya menenal ajaran tiga 'aja'. 'Ajakagetan, aja gumunan, aja dumeh (jagan kagetan, jangan heran, jangan mentang-mentang) yang kelak jadi pegangan hidup saya dan jadi penegak diri saya dalammenghadapi soal-soal yang bisa menguncangkan diri saya. Saya ingat terus ajaran leluhur, hormat kalawan gusti, guru, ratu dan wong tuwo karo (hormat kepadaTuhan Yang Maha Esa, guru pemerintah dan kedua orang tua)," paparnya.
Suatu hari Soeharto pernah menjelaskan soal mistik. Katanya, pengertian mistik adalah ilmu kebatinan, bukan klenik. Tujuan ilmu kebatinan ialah mendekatkanbatin dengan pencipta -- Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Sesuai dengan peninggalan nenek moyang kita, ilmu kebathinan itu adalah untuk mendekatkan batin kita kepada-NYA. Itu antara lain berdasarkan ilmu kasunyatan, ilmu sangkan paraning dumadi dan ilmu kasampurnaning hurip (kesempurnaan hidup). Itulah kebatinan yang sebenarnya," kata Soeharto, suatu hari seperti dalam otobiografinya.
Bahkan, Soeharto menilai masyarakat kadang salah kaprah karena mengira ilmu kebatinan itu adalah ilmu klenik. "Ajaran agama juga sebetulnya sama saja. Agamaitu mengajarkan supaya kita dekat kepada Tuhan. Percaya kepada Tuhan, takwa berarti tunduk, patuh kepada perintah Tuhan dan menjauhi larangan-larangan-NYA," tambah Soeharto.
Soeharto mengakui bahwa Tuhan itu ada sekalipun tidak berwujud. "Jadi ini soal keyakinan. Tidak hanya orang beragama saja yang percaya, berdasarkan iman bahwaTuhan itu ada. Orang yang mengolah kebatinan pun menyadari kehidupan itu demikian halnya, percaya bahwa Tuhan itu ada," jelas Soeharto.
Soeharto mengingatkan, kalau ingin memperdalam kebatinan, ingin mendekatkan diri kepada Tuhan, manusia harus bisa mengendalikan dua sifat yang bertentangan pada manusia. "Ilmu klenik adalah ilmu kanuragan, ilmu untuk mencari kesempurnaan hidup, tetapi batinnya bukan didekatkan kepada Tuhan, melainkan hanya untuk kandel tipising kulit. Fisik saja. Jadi kebal senjata," paparnya, sambil menambahkan untuk mempunyai kekuatan semacam itu bisa diperoleh melalui ilmu klenik. "Ini juga ilmu. Tetapi hanya untuk kekuatan badan, bukan untuk kekuatanbatin." (dd)