Rabu, Januari 23, 2008

Frend Kerahkan Tim Pencari Fakta Konvoi Mobil Se Malang Raya



KRC, Malang
Tim pencari fakta melakukan investigasi. Hal ini bukan masalah berita, tapi adanya program dari Frend mobil – 8 yang melakukan program sosilalisasi ke sejumlah perguruan tinggi dan sekolah di Kota Malang. Konfoi yang diikuti sekitar 20 kendaraan itu berhenti dibeberpa pos mulai dari kampus sekolah SMU maupun kantor pemerintahan. Hal itu disampaikan Eri Christianto Area Sales Manager Malang pada Koran Rakyat Cybermedia 23/1 kemarin.
Dikatakan Eri bahwa selama ini ada beberapa selular yang mengatakan taripnya murah, tapi tak jarang konsumen ada yang merasa tertipu tidak sesuai dengan sloganya. Fren berbicara fakta, sedangkan Fren terbukti termurah kesesamah operator dengan tarip Rp.700/menit mulai sejak menit pertama percakapan. Hal itu ditambahkan Nurhayati Ibrahim Supervisor Sales Administration bahwa untuk pakai fren sudah tidak report lagi untuk dibawah keluar kota sudah tak perlu regrestasi lagi, sedangkan taripnya sangat murah. Sehingga fren bisa dikatakan termurah, karena ke GSM manapun dan kapanpun taripnya sama. (ard)

Drs.HM. Tri Wediyanto, Msi Wakil Ketua REI Jatim :Dukung RSH Pemerintah Glontor 800 M Se Indonesia Malang Ditarget Juni 2008 Tuntas



KRC, Properti
Proyek Rumah Sederhana Sehat (RSH) yang diperuntukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kota Malang hingga saat ini masih belum selesai. Saat ini baru 50 Unit rumah yang telah dikerjakan oleh pengembang. Sedangkan target 500 Unit dari 12 hektare lahan yang ada diwilayah Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Saya sudah selesaikan 50 unit RSH, sedangkan sisanya akan dituntaskan sampai akhir Juni 2008,” tandas Drs.H.M.Tri Wediyanto,Msi Wakil Ketua DPD REI Jatim Bidang RSH pada Koran Rakyat Cybermedia belum lama ini.
Dikatakan Dirinya hanya diberi jatah 250 Unit, sedangkan sisanya pengembang lain, saat ini terhenti karena dalam proses pengurusan pengalian hak tanahnya dari tanah negara menjadi hak milik, tentunya masih membutuhkan waktu. Oleh, karenanya pemeruntah kota diminta untuk membantu dan berperan aktif sehingga cepat tuntas RSH. Karena, dikatakan Wediyanto yang juga Direktur Palm Regency itu. Sedangkan saat ini pemerintah telah siapkan anggaran dari awalnya 300 M yang saat ini dikembangkan menjadi 800 M untuk kebutuhan seluruh Indonesia. Tentunya subsidi itu dalam bentuk bunga ringan yang diperkirakan mencapai 9%,” tambahnya. Sementara Sudjono Pengembang dari PT. Sumbersari Indah Dewata yang juga ikut melaksanakan proyek RSH itu hingga saat ini masih belum bisa dimintai keterangan, sedangkan yang bersangkutan diberi jatah 250 Unit, yang hingga saat ini masih belum tahu jumlah yang ia kerjakan. (ard)

Selasa, Januari 22, 2008

Sopir Sedan Tewas Kendaraannya Jatuh Dari Lantai 8 Menara jamsostek





KRC,jakarta


- Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Nasib orang siapa yang tahu. Begitu pula tiada yang tahu hidup Heriawan ternyata berakhir siang ini, Selasa (22/1). Mobil yang dikemudikannya, Honda Accord warna perak bernomor polisi B 8722 FZ terjun bebas dari lantai delapan Gedung Menara Jamsostek di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Heriawan tewas di tempat.

Heriawan adalah karyawan PT Asuransi Tokyo Marin yang berkantor di Plaza Senayan, Jakarta. Bapak beranak tiga ini sehari-hari bekerja sebagai supir perusahaan itu. Ia dikenal sebagai pribadi yang ramah. Teman-teman sekantornya kaget mendengar berita duka ini.

"Aduh, saya masih gemetar nih mendengar kabar ini. Teman-teman juga rasanya tidak percaya," ujar Wiwin, teman sekantor Heriawan yang dihubungi kompas.com, dengan suara bergetar.

Wiwin mengenang Heriawan sebagai pribadi yang baik. Ia mudah bergaul dengan siapa saja. "Orangnya lucu, suka bercanda. Saya tadi pagi ketemu dia di parkiran dan ngobrol," tutur Wiwin.

Wiwin tidak punya firasat apapun ketika bertemu Heriawan pagi tadi. Seperti biasa Heriawan menyapanya dengan ramah dan membantu memberi aba-aba saat Wiwin memarkir mobilnya. "Saya kepikiran anak-anaknya. Ia punya anak tiga, yang paling kecil baru berumur 5 bulan," ucap Wiwin. (don)

Minggu, Januari 20, 2008

Dipertanyakan Penahanan Rusdiharjo


KRC, Jakarta
- Komisi III DPR RI akan mempertanyakan penahanan mantan duta besat RI untuk Malaysia, Rusdiharjo, yang ditahan di rumah tahanan (rutan) Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok. Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (21/1) pagi.
Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan menduga ada hal istimewa yang dilakukan oleh KPK atas penahanan tersebut karena Rusdiharjo pernah menjabat sebagai Kepala Polri. "Ya, itu yang mau kami tanyakan. Penahanan di Kelapa Dua, seharusnya tidak boleh ada pembedaan karena setiap tahanan itu sama. Kita juga akan tanyakan apakah ada fasilitas tahanan di gedung KPK yang baru (Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta - Red)," ujar Trimedya sebelum rapat dengar pendapat pagi ini.
Menurut anggota DPR/MPR dari F-PDIP itu, seharusnya KPK memiliki ruang tahanan sendiri untuk menyidik tersangka korupsi. Saat ini, KPK menitipkan tahanan ke Polda, Mabes, dan Brimob. Tahanan KPK seharusnya ditahan di Polda terlebih dahulu dan baru diserahkan di Mabes jika ruang tahanan di Polda penuh. Namun, dengan alasan teknis, KPK menahan Rusdiharjo di rutan (don)

Sabtu, Januari 19, 2008

Apes Demo Soeharto Kena Bogem



KRC, jakarta
- Seorang pria yang berunjuk rasa dipukuli dan ditangkap aparat keamanan, Sabtu (19/1). Laki-laki yang diduga sebagai mahasiswa itu langsung dimasukkan mobil tahanan dan dibawa ke markas polisi.
Peristiwa itu terjadi kira-kira pukul 15.15 WIB. Beberapa menit sebelumnya, puluhan polisi yang berbaris di dekat pertigaan Jalan Barito merangsek ke arah demonstran. Sempat terjadi kericuhan sebentar, tapi tidak ada bentrok. Pengunjuk rasa yang mencoba bertahan merapat di salah satu sisi jalan, beberapa meter di dekat Halte Pasar Burung Jalan Barito.
Sekonyong-konyong terjadi aksi dorong. Beberapa polisi tampak memukul pria dengan jaket almamater warna oranye. Pria berkacamata dengan rambut gondrong terkucir itu tak kuasa melarikan diri sebab demonstran, polisi, dan wartawan ikut mendekat. Kaki pria itu sempat diseret petugas. Selanjutnya, ia digelandang masuk mobil tahanan.
Hingga kini belum diketahui siapa nama orang yang ditangkap itu. Lima belas menit setelah kejadian, polisi sempat membawa seorang pria lain yang terlibat aksi. Namun, polisi akhirnya mengembalikan pria itu ke rombongan aksi yang membubarkan diri pukul 15.30. (don)

Jumat, Januari 18, 2008

Mendagri Lantik PJS Gubernur Sulsel




KRC, Jakarta


- Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Sabtu (19/1) pagi besok dijadwalkan akan melantik Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur/Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Mayjen TNI Tanri Bali Lamo, putera mantan Gubernur Sulsel Achmad Lamo.
Sebelum dilantik menjadi Pjs Gubernur Sulsel oleh Mendagri di Gedung Depdagri, Tanri Bali akan diangkat terlebih dulu menjadi salah seorang Staf Ahli Mendagri.
Putera mantan Gubernur Sulsel Achmad Lamo, ditunjuk menjadi Pjs Gubernur. Saat ini, Tanri masih menjabat sebagai Asisten Personil Kepala Staf TNI-AD, Demikian informasi yang diterima Kompas di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (18/1) sore tadi.
Menurut sumber tersebut, seusai dipanggil Presiden Yudhoyono, Jumat (18/1), Tanri datang menemui Wapres Kalla di Istana Wapres, untuk melapor dan mendapat pengarahan mengenai tugas barunya.
Tanri juga sempat bertemu sekitar satu jam dengan Sekretaris Wapres Tursandi Alwi di ruang kerjanya. Pertemuan Tanri dengan Wapres Kalla dan Tursansi sama sekali tidak diketahui oleh pers.
"Tanri Bali kemarin siang ditelpon Presiden, untuk menduduki tugas barunya," tambah sumber tersebut. Sebelumnya, dua nama calon Pjs Gubernur yang dijagokan adalah Direktur Jenderal Otonomi Daerah Depdagri Sodjoangun Situmorang dan mantan Panglima Kodam Brawidjaya Letjen TNI Syamsul Mapareppa.(don)

Pemerintah Optimalkan Sistim bandara







KRC, Tangerang
-Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan, pemerintah melalui Departemen Perhubungan akan menyatukan sistem pengamanan bandara di seluruh Indonesia yang selama ini sistemnya berbeda-beda. Penyatuan itu supaya ada sistem yang baku dalam sistem pengamanan bandara.
Selama ini sistem dan peranan perangkat kepolisian, administrator bandara serta Komite Keamanan Penerbangan Nasional dianggap belum menyatu satu dengan lainnya, terutama antar bandar udara yang satu dengan lainnya.
Hal itu disampaikan Wapres Kalla saat memberikan keterangan, seusai meninjau dan mendengarkan paparan dari PT Angkasa Pura (AP) II dan PT Garuda Nusantara di Hanggar Pemeliharaan Pesawat Garuda, Bandar Udara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Jumat (18/1) siang.
"Kita kan ada sistem pengamanan bandara yang berbeda-beda. Sebab itu disatukan. Bagaimana peran polisi dan peranan administrator bandara. Kalau ada masalah bagaimana. Pak Menteri (Departemen Perhubungan) akan mengumpulkan mereka (pengeloa bandara) bersama Kepala Kepolisian RI untuk menyampaikan seluruh sistemnya," ujar Wapres Kalla.
Menurut Wapres Kalla, "Jadi, bukan hanya di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, akan tetapi juga sistem pengamanan bandara secara nasional."
Ditanya apakah perlu adanya Badan Security Penerbangan Nasional sebagaimana disampai Dirut PT AP II, Wapres Kalla menjawab tidak perlu. "Peranaan pengamanan yang sekarang sudah cukup baik, akan tetapi lini komando dan tanggung jawabnya harus dipersatukan. Mana laporan yang bisa diterima dan bagaimana koordinasi tindakan antara Polri dan Administrator Bandara," tambah Wapres Kalla. Dalam kunjungan ini, Wapres Kalla didampingi Menteri Perhubungan Jusman Syafi'i Djamal, Menteri Negara BUMN Sofjan Djalil, serta Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata. Acara ini juga dihadiri oleh unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Tangerang serta Dirut PT Angkasa Pura (AP) II Eddy Haryoto.
Sebelum meninjau perluasan pembangunan seperti Terminal 2 dan Terminal Khusus untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan lokasi bakal Terminal III, Wapres Kalla saat ini masih mendengarkan paparan dari PT AP (AP) II Eddy Haryoto di Kantor AP II. (H./don)